Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Tampilkan postingan dengan label GORONTALO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GORONTALO. Tampilkan semua postingan

DIREKTORI KOMUNIKASI BISNIS GORONTALO

Written By cindi on Sabtu, 24 Juli 2010 | 19.47

Direktori Komunikasi Bisnis Gorontalo merupakan Direktori Iklan dan promosi usaha lokal Gorontalo yang di khususkan buat mengiklankan jenis usaha apa saja yang ada di wilayah Provinsi Gorontalo. Pengunjung dapat memasang iklan tanpa daftar dan tanpa batas dengan berbagai kemudahan dan tidak membatasi jumlah serta masa tayang iklan. Warga Gorontalo dan sekitarnya dapat langsung memasang iklan di website ini buat mempromosikan usaha dan bisnis Anda secara GRATIS. Selain Iklan Baris Gratis, Direktori Komunikasi Bisnis Gorontalo, menyediakan space untuk iklan Banner, dengan ketentuan, pemasangan jenis iklan ini akan dikenakan biaya per bulannya.


Biaya ini merupakan pembebanan terhadap space yang di gunakan buat menempatkan file iklan Anda. Harga iklan per bulannya sangat terjangkau, mulai dari yang terendah Rp.10.000 / bulan hingga harga iklan banner tertinggi, Rp.50.000 / bulan. Pemasangan jenis iklan ini tidak mengharuskan banner iklan di buar oleh client, dalam arti jika client tidak sempat membuat banner atau belum mahir dalam mendesain banner iklan, kami akan buatkan bannernya dengan Gratis.

Layanan pada website ini sengaja tidak menyediakan form untuk beriklan sekali klik, seperti pada website-website iklan baris gratis yang ada. Artinya, form iklan tidak menggunakan plugin TDO-Mini Dengan maksud untuk membatasi iklan-iklan yang tidak sesuai dengan materi web, atau konten-konten iklan yang tidak relevan dan tidak bertanggung jawab.

Bagi Anda yang beriklan tapi berada di luar wilayah gorontalo, dapat juga memasang iklan di sini, asal materi dan isi iklannya relevan dan bisa bermanfaat. Misal, Iklan usaha bisnis online.

Iklan baris yang Anda kirimkan akan di verifikasi oleh administrator. Setelah dirasa pas isi dan konten iklannya, iklan Anda akan tayang untuk selamanya. Masa tenggang yang kami berikan setelah Anda mengirimkan iklan adalah 2 x 24 jam.

Apakah usaha dan bisnis Anda sudah di iklankan? Silahkan kunjungi Websitenya di sini

Pasang Iklan Baris Gratis | Klik Disini
Pasang Iklan Banner Premium | Klik Disini




19.47 | 0 komentar

NAZAR GIMIN DAKO UNTUK MENJADI INSINYUR

Written By cindi on Sabtu, 20 Februari 2010 | 07.35

Ada yang menarik dari wisuda sarjana UNG pada hari Kamis Tanggal 18 Februari 2010, salah satunya adalah nazar si Gimin Dako. Warga desa Barakati kecatamatan Batudaa kabupaten Gorontalo melakukan long march jalan kaki dari kampus UNG menuju desa Barakati dengan mengenakan baju toga lengkap. Menjadi sarjana Teknik Elektro adalah impiannya sejak awal. Dari desa Barakati Batudaa, Gimin Dako kuliah di UNG. Dan impiannya menjadi Tukang Insinyur telah tercapai. Ia membayar nazar lama dengan jalan kaki dari UNG ke desanya dengan mengenakan toga hitam lengkap, panas dan hujan tak menghentikan langkahnya, sepasang sandal jepit tua menemaninya.


Aksi unik ini merupakan nazar Gimin Dako yang telah lama dipendam. Menurutnya, ide jalan kaki jika sudah menjadi Tukang Insinyur ini ada sejak dia diterima di Fakultas Teknik, 7,5 tahun lalu.

Dengan percaya diri, kemarin seusai mengikuti prosesi wisuda di lapangan tenis indoor UNG dan ramah-tamah di Fakultas Teknik, tepat jam 14.00 Wita Gimin Dako menyusuri jalan kampus melalui samping lapangan Damhil menuju Media Center, gedung LPM, Lembaga Penelitian, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Nani Wartabone, jalan Raja Eyato dan lurus menuju ke desa Barakati kecamatan Batudaa.

Gimin Dako Wisudawan dari UNG yang membayar nazar dengan jalan kaki ke kampung halamannya dengan mengenakan toga lengkap.


“Ini bentuk ungkapan syukur saya kepada Allah, sekaligus saya akan mengkampanyekan pentingnya pendidikan bagi setiap orang” papar Gimin. Gimin Dako selama ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Elektro dan merupakan aktifis yang sangat dikenal di kalangan mahasiswa. Ide-ide gilanya, seperti nazar kali ini, sering membuat dahi teman-temanya mengernyit.

“Saya tidak malu, ini memang tekad lama yang harus saya lakukan, malah saya bangga bisa berbuat seperti ini, saya orang desa dan mampu menjadi Tukang Insiyur. Semua orang bisa menjadi menggapai mimpi jika ada kemauan dan kerja keras” kata Gimin. Panjang jalan yang harus dilalui Gimin diperkirakan 12 km, untuk menempuh jarak ini ia tidak mengenakan sepatu, hanya sebuah sandal jepit, seperti yang dikenakan orang-orang desa lainnya.

Mendung pekat kemarin siang tidak mampu mengusir rasa panas badannya, toga hitam yang dikenakan bersama kemeja dan celana kainnya membuat keringatnya meleleh. Namun ia tampak bergembira dan bersemangat untuk terus berjalan menyusuri jalan beraspal.

Ia tidak sendirian, sejumlah Mahasiswa Pencinta Alam Alaskan, tempatnya beraktifitas selama ini, turun mengiringi berjalan kaki, sisanya berboncengan motor di belakangnya dengan kecepatan rendah. “Meski lama di kampus, namun saya tetap bertekad untuk menyelesaikan studi, jangan pernah menyerah untuk berjuang meraih kehidupan yang lebih baik” semangatnya.

Saat ditanya rencana setelah menjadi sarjana apa yang dilakukan, Gimin Dako diam sesaat, merenung dengan pertanyaan yan menyentak ini, namun tidak lama ia menjawab, “saya akan melamar kerja” katanya singkat.

Gimin adalah potret anak desa yang ingin menggapai mimpi melalui pendidikan tinggi. Ia tidak sekedar menunjukkan kemampuannya, tetapi lebih dari itu ia ingin mengatakan kepada orang-orang seperti di desanya bahwa untuk meraih pendidikan yang baik memerlukan pengorbanan, “jangan menyerah hanya karena orang tua kita ekonominya pas-pasan, yakinlah bahwa niat yang baik pasti ada jalan, Allah tidak mrenutup mata dengan cita-cita besar anak kampung” katanya meyakinkan.

Gimin terus menyusuri jalanan beraspal, mendung mematunginya, namun cucuran keringatnya deras. Toga hitam lengkap dengan penutup kepala yang berkucir melambai-lambai tertiup angin, seakan mengajak setiap orang untuk meraih pendidikan tinggi, seperti Gimin Dako, si anak desa Barakati, yang sekarang telah menjadi Tukang Insinyur.



Laporan Rosyid A Azhar, gpinfo
07.35 | 0 komentar

LOMBA POSTER DAN SMS KAMPANYE TELUK TOMINI

Written By cindi on Selasa, 09 Februari 2010 | 07.19

Untuk menggugah kepedulian lingkungan, Program Teluk Tomini-SUSCLAM (Tomini Bay Sustainable Coastal Livelihoods and Management) menggelar lomba membuat poster dan SMS (short messages service, pesan singkat). Lomba ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya pelestarian sumberdaya alam di Teluk Tomini dan mengembangkan kreativitas serta semangat pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan bagi masyarakat luas. Kedua lomba ini terbuka untuk umum. Pemanfaatan sumberdaya pesisir yang tidak ramah lingkungan menjadi penyebab utama degradasi lingkungan Teluk Tomini.


Kegiatan yang merusak seperti penangkapan ikan dengan bom dan racun, pembabatan hutan mangroves, penambangan batu karang dan pembuangan limbah ke perairan teluk. Jika hal ini terus berlangsung tanpa adanya upaya-upaya perbaikan dan konservasi lingkungan, dikhawatirkan kondisi sumberdaya alam dan ekosistem Teluk Tomini tidak lagi dapat menunjang kehidupan masyarakat pesisir di masa mendatang.

Karena itu, Program Teluk Tomini menyelenggarakan lomba pesan kampanye melalui SMS. Pesan kampanye peduli lingkungan Teluk Tomini ini dapat dikirim ke: 9165. SMS paling lambat diterima tanggal 14 Maret 2010. Panjang SMS tidak lebih dari 15 kata.

Adapun lomba membuat poster, dilaksanakan di Gorontalo dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Tema poster yang dilombakan adalah pengelolaan berkelanjutan ekosistem mangrove dan sumberdaya pesisir dan laut lainnya. Seperti kita ketahui, hutan mangrove atau hutan pasang surut tumbuh di pantai dan pulau-pulau kecil di beberapa lokasi di Teluk Tomini.

Dari tahun ke tahun, habitat mangrove mengalami degradasi baik akibat proses alami, maupun karena ulah manusia. Kerusakan mangrove karena pemanfaatan manusia yang mengabaikan aspek kelestarian jauh melebihi kerusakan dari proses alami. Bila hal ini terus berlangsung akan mengancam keseimbangan ekosistem sumberdaya pesisir dan laut.

Rahman mengatakan pemanfaatan hutan mangrove dan sumberdaya pesisir yang tidak ramah lingkungan terjadi salah satunya lantaran kurangnya informasi dan pengetahuan mengenai manfaat mangrove dan sumberdaya pesisir bagi kelangsungan kehidupan. Sebagai salah satu ekosistem alam yang unik, mangrove berfungsi menjaga kestabilan ekosistem pantai termasuk menjaga kualitas perairan dan penghalang erosi dari gelombang dan angin.

Hutan Mangrove juga sangat bermanfaat bagi manusia, misalnya sebagai sumber rantai makanan, habitat bagi jenis-jenis komoditi komersial seperti udang dan kepiting, bahan obat-obatan, sumber pewarna dan pengawet, dan lain-lain. Pengelolaan dan pemanfaatan mangrove dengan memperhatikan kaidah ramah lingkungan merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Teluk Tomini.

Lomba poster dan sms ini melibatkan Komunitas Pekerja Media Gorontalo,Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Boalemo dan Pohuwato, Kabupaten Bolaan Mongondow Selatan. Selain itu, Lembaga Pecinta Alam dan Petualangan (LPAP) El Capitan Indonesia Parigi, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan komponen lainnya.

INFO LOMBA SMS | klik disini
INFO LOMBA POSTER | klik disini




source : teluktomini.org

07.19 | 0 komentar

NSP LAGU DAERAH GORONTALO

Written By cindi on Selasa, 24 November 2009 | 09.29

Nada Sambung Pribadi (NSP) yang biasa di kenal dalam dunia komunikasi seluler dengan istilah Ring Back Tone, kini diwarnai dengan kehadiran lagu – lagu asli daerah Gorontalo yang dinyanyikan oleh musisi lokal gorontalo, seperti Santi Pulubuhu, Surya BaU, Hasni Dj. SaU, Ono Hasania, dan lain sebagainya. Launching Nada Sambung Pribadi (NSP) lokal Gorontalo yang bertajuk NSP 1212 for torang ini dilaksanakan oleh Telkomsel di Alun – alun Kota Gorontalo pada hari Selasa (17/11) dan telah mendapatkan support dan apresiasi positif dari seluruh masyarakat gorontalo dan pemerintah daerah. Dalam launching NSP Lagu – lagu daerah Gorontalo, sejumlah atraksi kesenian daerah dipentaskan seperti, Dana – Dana dan penampilan artis lokal gorontalo.


Sebanyak 10 (sepuluh) lagu asli daerah Gorontalo dapat dijadikan NSP, dan tujuan dari Telkomsel merilis lagu Gorontalo dalam NSP ini untuk lebih mensosialisasikan dan memperkenalkan budaya daerah gorontalo kepada masyarakat Indonesia. Dengan harapan, seluruh masyarakat Indonesia dapat menggunakan NSP ini khususnya warga gorontalo untuk lebih menunjukkan kecintaan pada Budaya Gorontalo.

Yang lebih menarik, untuk aktivasi NSP ini, pelanggan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan grand price sepeda motor, 2 note book, 10 modem Flash Telkomsel, Blackberry Gemini dan 20 Voucher 100.000. Kesempatan ini mulai 1 November 2009 hingga 31 Januari 2010. Ayo Buruan, Aktifkan Nada Sambung Pribadi (NSP) Anda dengan pilihan – pilihan lagu daerah Gorontalo di bawah Ini.


NOJUDULARTISKODE ASLIALIAS
1Momongu LipuSanti Pulubuhu2050474LIPU
2Binthe Lo HulondhaloAKBP. Drs. Burhanudin P2050475BINTHE
3Dunia Dipo KiamaSyaiful Bachri & Devri Anggraini2050476DUNIA
4Yilo Lo LolaSurya BaU2050477LOLA
5Le'e UHasni Dj SaU2050478LEEU
6Ma TalaloHasni Dj SaU2050479TALALO
7Atiolo WauHartati Haridji2050480ATIOLO
8LopalingoCheine Winerungan2050481LOPALI
9Mopotihulo AgamaOno Hasania2050482MOPOTI
10ButingoIsty Julisty & Noval2050483BUTINGO


Aktifkan Nada Sambung Pribadi Anda sekarang juga dengan : KETIK RING<spasi>ALIAS Kirim ke 1212, Dapatkan Grand Price dan Hadiah Bulanan berupa 1 Blackberry Gemini dan 20 Voucher 100.000. Periode program mulai dari 1 November 2009 hingga 31 Januari 2010 untuk Kartu HALO, Kartu AS dan simPATI.



source : hulondhalo dot com
09.29 | 0 komentar

DIRGAHAYU GORONTALO VIII

Written By cindi on Minggu, 15 Februari 2009 | 20.00

Di bulan kemarin, tepatnya tanggal 23 Januari 2009 Rakyat Gorontalo merayakan hari kemerdekaan. Kemerdekaan dari segala macam bentuk penjajahan. Yang kita ketahui bersama proklamasinya 3 (tiga) tahun sebelum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dibawa Sang Proklamator Gorontalo, Nani Wartabone. Selengkapnya tentang Kisah Patriotik ini dapat Anda baca dan Download E-Booknya di sini. Dan hari ini, kembali Rakyat Gorontalo bersuka cita. Menyambut Hari Jadi Provinsi Gorontalo yang ke VIII di bawah Pemerintahan Ir. Fadel Mohamad


Jangan tanyakan apa yang telah negara atau daerah berikan kepada Anda, tapi tanyakan apa yang telah Anda berikan dan sejauh mana sumbangsih Anda terhadap Negara RI, Utamanya daerah kelahiran Anda. Merujuk dari pepatah di atas, kali ini aku ingin mereview kembali tentang kronologis terbentuknya daerah serta membagi informasi tentang keberadaan Provinsi Gorontalo, daerah yang menggunakan kenderaan unik (bentor) sebagai kenderaan alternatif penduduknya, sebagai tanda kecintaanku terhadap daerah kelahiranku.

Provinsi Gorontalo lahir pada hari Selasa, 5 Desember 2000 atau 8 Ramadhan 1421 Hijriah. Gorontalo menjadi provinsi ke-32 setelah Rapat Paripurna Tingkat IV tentang Pengambilan Keputusan Atas RUU Pembentukan Provinsi Gorontalo disetujui oleh 10 Fraksi di DPR menjadi undang-undang.

Pembentukan Provinsi Gorontalo didasarkan atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2000, yang disahkan (ditandatangani) oleh Presiden Abdurrahman Wahid tanggal 22 Desember 2000 (25 Ramadan 1421 Hijriah).

Mendagri dan Otonomi Daerah, Surjadi Soedirdja, pada Jumat, 16 Februari 2001 (22 Zulhijah 1421 Hijriah) meresmikan Gorontalo menjadi provinsi ke-32 di Indonesia bertempat di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo. Bersamaan dengan itu dilantik Drs. Tursandi Alwi sebagai Penjabat Gubernur Gorontalo. Peresmian ditandai dengan pelepasan burung merpati 32 ekor sebagai tanda provinsi ke-32, ratusan balon, pemberian dana alokasi umum (DAU) Rp 45 miliar, serta sumbangan untuk korban banjir. Dalam sambutannya Mendagri mengatakan bahwa pembentukan Provinsi Gorontalo menurut Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2000 merupakan realisasi dari keinginan masyarakat dan rakyat Gorontalo.

Pembentukan provinsi ini didasari oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa pemekaran, penggabungan, dan penghapusan wilayah, bisa saja direalisasikan asal ada aspirasi dari daerah yang ingin dimekarkan. Dan Pembentukan Provinsi Gorontalo bertujuan untuk menyejahterakan rakyat, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan memperpendek rentang kendali yang selama ini terlalu jauh serta memobilisasi pembangunan bagi terciptanya kesejahteraan serta kemakmuran rakyat. Pembentukan Provinsi Gorontalo ini tidak ada hambatan sejak awal karena ini merupakan aspirasi dari masyarakat bawah. Daerah ini memiliki potensi dan sumber daya manusia yang berkualitas serta bisa maju dan eksis di Indonesia Timur.

Provinsi Gorontalo, yang mempunyai VISI, Provinsi Inovatif dan MISI, Membangun Gorontalo yang mandiri, produktif dan religius, terletak pada posisi sebagai berikut: di antara 00o 24'04"-- 01o 02'30" Lintang Utara (LU) dan 120o 08'04"--123o 32'09" Bujur Timur (BT), dengan batas-batas:

  • Utara: Kabupaten Buol dan Laut Sulawesi;
  • Selatan: Teluk Tomini;
  • Timur: Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara;
  • Barat: Kabupaten Parigimoutong dan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Provinsi Gorontalo terdiri dari 6 Kabupaten/Kota, masng - masing : Kabupaten Boalemo, dengan Bupati Iwan Bokings, Kabupaten Bone Bolango, dengan Bupati Ismet Mile. Kabupaten Gorontalo, dengan Bupati David Bobihoe, Kabupaten Pohuwato, dengan Bupati Zainuddin Hasan, Kabupaten Gorut, dengan Bupati Rusli Habibie dan Kota Gorontalo, dengan Walikota Adhan Dambea. Keenam Kabupaten / Kota ini dibawah Pemerintahan Gubernur, Fadel Mohammad dan Wakil Gubernur, Gusnar Ismail
Dalam masa pemerintahannya pada peiode kedua ini, Gubernur Fadel Muhammad telah banyak memberikan sumbangsih pemikiran serta realisasi semua program kegiatan, termasuk mewujudkan Provinsi Gorontalo yang Agropolitan. DIRGAHAYU PROVINSI GORONTALO VIII

20.00 | 0 komentar

PATRIOTISME 23 JANUARI 1942

Written By cindi on Kamis, 22 Januari 2009 | 09.03

Hari ini, Masyarakat Gorontalo kembali merayakan Hari Kemerdekaan, Hari Patriotik 23 Januari. Dimana masyarakat Gorontalo telah memproklamirkan Kemerdekaan Gorontalo tiga tahun sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945. Peristiwa ini pula - dan peristiwa patriostisme lainnya - yang kemudian mengantar Nani Wartabone dianugerahi Pahlawan Nasional pada 10 November 2003. Nama Nani Wartabone memang jarang terdengar di luar daerahnya, namun di Gorontalo, cerita kepahlawanannya tidak pernah surut hingga saat ini.


Bagi masyarakat Gorontalo. tanggal 23 Januari I942 dikenang sebagai momentum yang sarat nilai historisnya. Bila anda bertanya pada mereka, kapan proklamasi Kemerdekaan Indonesia, bisa jadi mereka yang sudah lanjut usia terutama yang tinggal di pedalaman akan berkata tanggal 23 Januari 1942, bukan 17 Agustus 1945. Mengapa demikian? Karena pada tanggal 23 Januari 1942 itu, Nani Wartabone bersama masyarakat memproklamirkan Kemerdekaan Gorontalo, bebas dari penjajahan. Bersamaan dengan itu mereka mengibarkan Sang Saka Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Perjuangan ini menjadi tonggak kemerdekaan bangsa Indonesia di Gorontalo, sekaligus membawa spirit yang sama, tidak saja bagi daerah-daerah sekitar secara sporadis, lebih dari itu, memberi inspirasi dalam perjuangan meraih kemerdekaan di Nusantara.

Peristiwa heroik 23 Januari 1942 - yang dikemudian menjadi hari kemerdekaan Gorontalo - menunjukkan bahwa masyarakat Gorontalo di bawah pimpinan Nani Wartabone tidak saja memiliki semangat patriotisrne, pengibaran bendera Merah Putih dan dinyanyikan lagu Indonesia Raya saat itu menonjolkan pula jiwa nasionalisme. Atas kepeloporannya itu, pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Perintis Kemerdekaan kepada Nani Wartabone.

Pada tanggal yang sama, 58 tahun kemudian, 30.000 masyarakat Gorontalo mendeklarasikan berdirinya Provinsi Gorontalo di Gelanggang Olah Raga 23 Januari 1942 di Telaga, Gorontalo. Upaya merealisasikan deklarasi ini berlangsung alot melalui serangkaian lobi dan perjuangan di Jakarta oleh Hj. (Haji) Roem Kono dan didukung Ketua Umum Lamahu Hi.Rahmat Gobel.

Setahun kemudian, hasil dari perjuangan masyarakat Gorontalo yang tidak kenal lelah baik di daerah maupun di perantauan,. berbuah manis dengan ditetapkannya secara definitif Provinsi Gorontalo melalui Undang-Undang Nomor 38 tahun 2000. Pada tanggal 16 Februari 2001 Menteri Dalam Negeri berkenan meresmikan Provinsi Gorontalo sekaligus melantik Tursandi Alwi sebagai Pejabat Gubernur. Setahun kemudian, Ir. Fadel Muhammad terpilih menjadi Gubernur Pertama Provinsi Gorontalo.

Pengen tahu bagaimana sejarah lengkap perjuangan Rakyat Gorontalo dalam merebut kemerdekaan? Silahkan Anda download E-booknya di sini

BANGSA YANG BESAR ADALAH
BANGSA YANG MENGHARGAI JASA - JASA PAHLAWANNYA


Referensi : Gorontalo.blogdetik.com

09.03 | 0 komentar

ALTERNATIF ANGKOT SERAMBI MADINAH

Written By cindi on Sabtu, 01 November 2008 | 09.02

Bagi Anda yang belum sempat berkunjung ke Daerah Serambi Madinah, Gorontalo. Pasti belum mengenal dengan keberadaan kenderaan alternative masyarakat daerah ini. Apaan tuh.. (kedipkan mata sebelah.. kaya gayanya Bang Jaja Mihardja nih he..he..he.. ) ngelantur lagi deh.. ngga apa – apa kan? hitung – hitung buat nambah keywordnya mbah Google.. nyantai aja bro.. Kenderaan yang aku maksudkan diatas adalah Kenderaan BENTOR. Ciri - cirinya memiliki bentuk fisik setengah becak, setengah sepeda motor. Ban depan sepeda motor dikeluarkan. Lalu dicangkokkan badan becak yang sudah dimodifikasi, maka jadilah becak yang didorong oleh tenaga sepeda motor, bukan lagi dikayuh tenaga manusia.


Keberadaan Bentor di Kota Gorontalo yang sudah lebih dari tujuh tahun lebih ini berperan besar sebagai alat transportasi bagi warga kota berpenduduk sekitar 160.000 jiwa dengan luas wilayah 64,79 kilometer persegi. Alat transportasi ini sebenarnya lahir dari kreativitas para pemilik bengkel sepeda motor. Bentor tentu saja lebih cepat dibandingkan becak yang dikayuh manusia. Juga lebih efisien dibanding sepeda motor atau ojek yang muatannya terbatas.

Bahkan, bentor kini menjadi alat transportasi utama di kota Gorontalo. Tarif bentor umumnya Rp 2.000 per penumpang untuk jarak pendek dan menengah. Tarif jarak jauh tergantung negosiasi antara penumpang dan pengemudi bentor. Kalau dalam bentor ada dua penumpang jarak menengah, setiap orang masing-masing harus membayar Rp 2.000. Tapi kalau hanya ada seorang penumpang, meski jaraknya sama, penumpang itu cukup bayar Rp 2.000. Bentor bisa memuat sampai empat orang, termasuk pengemudi. Kalau terpaksa, ya... lima hingga enam penumpang pun bisa. Pengemudi bentor harus memakai helm pengaman seperti layaknya pengendara sepeda motor di jalan raya, dan tentu saja harus memiliki Surat Izin mengemudi dengan kategori SIM C. penghasilan pengemudi bentor bisa mencapai Rp 40.000 sampai Rp 60.000 per hari.

Hingga saat ini bentor di daerah Gorontalo semakin merajalela yang kini sudah mencapai kira – kira lebih dari 25.000 unit. Para pemilik bentor saling bersaing memodifikasi bentornya semenarik mungkin untuk mendapatkan minat penumpang. Berbagai assesories melengkapi penampilan mereka. Dari pemilihan jenis motor hingga perlengkapan jok dan audio yang sangat nyaman. Faktor penampilan bentor inilah yang kemudian menjadi pilihan utama bagi para penumpang yang sedang tidak terburu-buru, apalagi bagi anak sekolahan atau anak kuliahan. Bentor dengan tampilan bagus serta kualitas audio yang nyaman pasti akan langsung jadi pilihan utama.

Ongkos pembuatan bentor (di luar sepeda motor) Rp 2 juta. Kalau pasang saja hanya butuh satu hari. Tapi kalau memodifikasinya bisa sampai tiga hari. Secara garis besar bentor terbagi menjadi tiga kelas berdasarkan harga. Pertama bentor seharga Rp 2,25 juta (tanpa lampu di bemper), disusul kelas Rp 2,6 juta (bemper tebal tanpa lampu) dan bentor termahal seharga Rp 2,8 juta (dilengkapi bemper tebal berikut lampu layaknya mobil). Harga itu hanya kepala bentornya saja, tidak termasuk sepeda motor. Rata-rata sepeda motor yang digunakan adalah Honda (Fit X dan Revo).

Alasannya, klasik, irit dan onderdilnya gampang. Jadi kalau dihitung total biaya pembuatan bentor adalah Rp 13-14 jutaan, tergantung harga sepeda motornya. Penumpang depan, bila hujan terlindungi kaca plastik yang dapat dibuka tutup dengan mudah. Sayangnya para pembuat bentor tidak memusingkan soal safety. Contohnya, semua bentor yang beredar di Gorontalo tidak dilengkapi REM DEPAN. Bentor hanya menggunakan rem belakang motor yang berjenis drum brake. Bila dilengkapi rem depan cakram, harganya menjadi lebih sangat mahal. Orang ngga mau pesan.



Di sudut-sudut kota, bentor dengan berbagai merek motor berlalu lalang mengantar penumpang. Kehadiran bentor diakui warga Gorontalo sangat bermanfaat. Dulu warga Kota Gorontalo hanya bisa menggunakan angkutan kota. Kalau malam sudah tidak ada angkutan kota yang beroperasi, sementara kalau pakai ojek agak mahal tarifnya. Sekarang pakai bentor bisa kapan saja, dimana saja dan semauku. Kok, jadi iklannya Pro XL semauku, Jumlah bentor saat ini sudah sangat banyak sehingga sering menimbulkan kemacetan, terutama di jalan-jalan protokol dan kawasan sekitar pasar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo belakangan ini dibuat gemas. Sebagian besar bentor beroperasi dengan plat nomor hitam alias milik perseorangan sehingga bisa dibilang ilegal. Kendaraan roda tiga yang satu ini ternyata juga tidak mempunyai trayek yang jelas. Dengan kondisi demikian, bentor menjadi “raja” di hampir seluruh ruas jalan di Kota Gorontalo. Tiada hari tanpa pemandangan lalu lalang bentor.

Angkutan umum ‘tak resmi’ ini bisa menyeruak ke mana saja terserah permintaan calon penumpang. Dalam beberapa hal, angkutan bentor juga “terbang” hingga ke sejumlah wilayah di perbatasan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Di antaranya pengemudi bentor tersebut bahkan tampak beroperasi sebagian ruas Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Pemprov Gorontalo dengan Pemprov Sulut. Dari sisi ekonomi, bentor cukup banyak men-safety-kan periuk nasi warga Gorontalo. But disisi lain, menjadikan lalu lintas di daerah ini jadi semrawut dan kemacetan di sana sini. Sehingga pada akhirnya Pemerintah Provinsi Gorontalo mengeluarkan sebuah Perda No. 6 Tahun 2006 tentang Pengaturan Penyelenggaraan Angkutan Kenderaan Bentor. Dengan harapan kedepan kenderaan alternatife masyarakat daerah ini akan mudah di tata dan diawasi keberadannya.
09.02 | 0 komentar

WISATA RAMADHAN : TUMBILOTOHE

Written By cindi on Kamis, 25 September 2008 | 04.12




Tumbilo tohe, pateya tohe… ta mohile jakati bubohe lo popatii…..

Kalimat diatas sering kali di lantunkan oleh anak – anak pada saat pemasangan lampu “Tumbilo tohe” di daerah Gorontalo. Budaya Gorontalo yang sudah turun remurun dari Zaman nenek moyang, Tradisi turun temurun ini menjadi ajang hiburan masyarakat setempat. Malam tumbilotohe benar - benar ramai, bisa di bilang festival paling ramai di gorontalo. Apalagi kalo diselenggarakan lomba antar kampung atau kecamatan, wah makin ramai tuh. Kalo ada foto udara, anda bisa menyaksikan gorontalo terang bercahaya.


Tumbilotohe dalam bahasa Gorontalo terdiri dua suku kata, yaitu tumbilo berarti pasang, dan tohe berarti lampu. Jadi, Tumbilotohe berarti acara pasang lampu. Menurut sejarah, Tumbilotohe merupakan tradisi masyarakat Gorontalo masa lampau yang sudah berlangsung sejak abad ke-15 Masehi. Tradisi ini dilaksanakan pada 3 malam terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri, yaitu pada tanggal 27 hingga 30 Ramadhan, Ini merupakan tanda bakal berakhirnya bulan suci Ramadhan. Pemasangan lampu dimulai dari maghrib hingga pagi hari. Di masa lampau, pelaksanaan Tumbilotohe dimaksudkan untuk memudahkan umat Islam dalam memberikan zakat fitrah pada malam hari. Pada masa itu, lampu penerangan masih terbuat dari damar dan getah pohon yang mampu menyala dalam waktu lama. Oleh karena semakin berkurangnya damar, maka bahan lampu penerangan diganti dengan minyak kelapa (padalama) dan kemudian diganti dengan minyak tanah. Lampu yg digunakan sekarang umumnya terbuat dari botol atau kaleng bekas yg bagian tutupnya dipasangi sumbu. Sumbu yg dipakai adalah sumbu kompor (kompor minyak).

Saat malam tiba, “ritual” Tumbilotohe dimulai. Kota tampak terang benderang. Nyaris tidak ada sudut yang gelap. Keremangan malam yang diterangi cahaya lampu - lampu botol di depan rumah- rumah penduduk tampak memesona. Kota Gorontalo berubah semarak karena lampu - lampu botol tidak hanya menerangi halaman rumah, tetapi juga menerangi halaman kantor, masjid. Tak terkecuali, lahan kosong petak sawah hingga lapangan sepak bola dipenuhi dengan cahaya lampu botol. Masyarakat seolah menyatu dalam perasaan religius dan solidaritas yang sama. Di lahan-lahan kosong nan luas, lampu-lampu botol itu dibentuk gambar masjid, kitab suci Al Quran, sampai tulisan kaligrafi. Lampu – lampu ini di pasang berjejer di depan rumah, di pagar, maupun di pinggir jalan mirip jemuran. Jumlahnya pun beragam, tergantung luas halaman rumah. Kalo ada sponsor-nya jangankan halaman rumah, sawah pun dipasangi lampu. Anda bisa bayangkan kalo sawah satu hektar dipasangi lampu tiap 1 meter berarti ada 100 ribu lampu. Tapi anda akan melihat seakan - akan ada 200 ribu lampu karna ada 100 ribu bayangan lampu di permukaan air (sawah kan ada air-nya).

TUMBILOTOHE menjadi semacam magnet bagi warga pendatang, terutama warga kota tetangga Manado, Palu, dan Makassar. Banyak warga yang mengunjungi Gorontalo hanya untuk melihat Tumbilotohe. Sepanjang perjalanan di daerah Gorontalo maka kita akan menyaksikan Tumbilotohe dari berbagai ragam bentuk. “Sangat indah apabila kita berjalan pada malam hari” itulah ungkapan pada kebanyakan orang yang memanjakan mata sepanjang perjalanan

Beberapa atribut yang menjadi pelengkap dalam tradisi tumbilotohe, di antaranya sebagai berikut :

1. Lampu Botol


Terbuat dari botol bekas minuman energi M 150 atau Minuman kaleng. Dan ini ribuan jumlahnya. Dipakai sumbu kompor, trus di gantung pada sepotong kayu atau kawat yang berjejer. Ada juga yang diletakkan diatas tanah, Semakin banyak lampunya, semakin indah kelihatan.

2. Kerangka Pintu gerbang, dalam bahasa gorontalo disebut Alikusu.


Alikusu terdiri dari bambu kuning, dihiasi janur, pohon pisang, tebu & lampu minyak yang diletakkan di pintu masuk rumah, kantor, mesjid dan pintu gerbang perbatasan suatu daerah. Pada pintu gerbang terdapat bentuk kubah mesjid yang menjadi simbol utama alikusu. Warga menghiasi Alikusu dengan dedaunan yang didominasi janur kuning. Di atas kerangka itu digantung sejumlah buah pisang sebagai lambang kesejahteraan dan tebu lambang keramahan, dan kemuliaan hati menyambut Idul Fitri.

3. Meriam Bambu, dalam bahasa Gorontalo disebut Bunggo.


Ini adalah permainan favorit anak – anak gorontalo di bulan puasa. Saling balas, saling adu kerasnya bunyi meriam bambu menjadi khas dalam permainan bunggo. Bunggo terbuat dari bambu pilihan yang setiap ruas dalamnya, kecuali ruas paling ujung, dilubangi. Di dekat ruas paling ujung diberi lubang kecil yang diisi minyak tanah. Lubang kecil itu sebagai tempat menyulut api hingga bisa mengeluarkan bunyi letusan kecil. Sembari menggempur kampung dengan bunyi meriam, para remaja dan anak-anak berseru membangunkan warga agar tidak kebablasan tidur.

4. Lampion Bambu, dalam bahasa Gorontalo disebut Landera


Terbuat dari bambu besar yang ujungnya dibelah sesuai besarnya diameter bambu, dan didalamnya di letakkan batok kelapa. Sehingga membentuk jari-jari yang nantinya akan di balut dengan kertas warna warni. Trus, didalamnya di pasang lampu botol.

5. Obor, dalam bahasa Gorontalo disebut Morongo


Penerang jalan yang terbuat dari sepotong bambu kuning atau sejenisnya yang berdiameter kecil, sedang dan besar tergantung dari si pembuat, dan didalamnya di isi minyak tanah serta sumbu, biasanya banyak digunakan oleh anak – anak atau remaja masjid yang turut memeriahkan ritual Tumbilotohe.

Nah, Anda tertarik ingin datang ke Gorontalo dalam Wisata Ramadhan Tumbilotohe..?? pengunjung tidak di kenakan biaya sepeser pun, seperti layaknya Tempat hiburan. kota Gorontalo terdapat banyak Fasilitas pendukung bagi pengunjung, mulai dari Bandara, Hotel, Restoran, tempat ibadah, Mall dan Supermarket, Jasa Sewa Kenderaan, malah ada yang lebih unik… Kenderaan BENTOR khas Gorontalo, sejenis becak yang dimodifikasi dengan kenderaan bermotor. Anda bisa menyaksikan Keindahan Kota Gorontalo sambil keliling naik Bentor. So, Jangan lama – lama….. buruan datang. Matoduwolo juuuu…………
04.12 | 0 komentar

Welcome Guys

Categories